When Passion Drive You, It’s Called Happiness

“Wiihhh libur gini masih sempet ngebecak ya?” itu komentar teman setelah saya bilang sorry gak bisa angkat teleponnya. Dia hari itu menghubungi saya berkali-kali. Dan saat itu saya sedang full ngajar di kampus.

Ngebecak adalah istilah kami para pekerja lapangan migas yang jika di masa off duty masih memiliki pekerjaan selain pekerjaan utama di lapangan migas. Selama dua minggu waktu off, saya masih menyempatkan diri menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Jambi.

Pendidikan model sekarang tatap muka secara fisik udah gak zaman lagi. Saya punya konsep quality time. Jadi ketika ada waktu untuk pertemuan tatap muka, I will do with my best effort tentunya. Namun jika tidak, e-learning dan open conversation melalui media apapun saya layani. Jika ingin consult,  I am fine. Itu yang saya terapkan pada mahasiswa saya.

Agak berasa gimana gitu waktu teman saya comment seperti itu. Tapi biarlah, karena ngebecak saya lakukan bukan untuk money koq. It’s all about my passion and also my contribution to Indonesia.

Meskipun sedikit, saya ingin ilmu yang saya miliki dapat saya share kepada generasi muda penerus bangsa. Saya ingin sekali membagi pengalaman bekerja yang sudah saya mulai sejak usia 19 tahun.

Saya merasa terpanggil untuk membagikan ilmu dan pengalaman yang sedikit ini sebagai ucapan terima kasih dan syukur saya kepada Allah SWT atas segala kemudahan. Dan juga segala rezeki dan segala kenikmatanNya yang telah berikan kepada saya dan keluarga.

Saya merasakan banyak mendapatkan kemudahan dan kelancaran saat saya mulai bekerja, menyelesaikan kuliah saya dan menjalani kehidupan saya. Meski tidak banyak yang dapat saya berikan, saya ingin punya peran untuk turut serta membangun SDM Indonesia. Khususnya SDM Kota Jambi dimana saya dan keluarga tinggal saat ini. Sepertinya agak alay ya. Tapi itulah keinginan tulus dari hati saya.

Selain itu saya merasa bahwa menjadi pendidik adalah passionsaya. Saya senang membaca, menulis dan menyampaikan apa saja yang sudah saya tulis tersebut dalam sebuah slide presentasi. Bahagia sekali saya bisa menjalani proses itu. Perasaan saya, jiwa saya, bisa hanyut dalam suasana menulis, membaca dan mempresentasikan hasil tulisan tersebut.

Passion itu adalah apabila kita melakukan sesuatu tanpa ada unsur paksaan. Kita menikmati prosesnya. Dan hasil dari proses tadi tidak dapat dinilai dengan materi. Kebahagiaan sangat begitu terasa dalam prosesnya, bukan hasil. Karena proses itulah hasilnya. Ibaratnya kita melakukan hobby main golf. Tapi kita gak perlu bayar feenya. Seru kan? We enjoy the play, we enjoy the time and we got what we want and free.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *